Berita bola terbaruBlogNews

Kiper Persela Lamongan Meninggal Dunia

Kiper Persela Lamongan Meninggal Dunia

Choirul Huda, seorang kiper asal Persela Lamongan, dikabarkan meninggal dunia usai sempat tak sadarkan diri sebab mengalami benturan atau tabrakan dengan rekan setimnya, Ramon Rodrigues, serta penyerang Semen Padang, Marcel Sacramento.

Lantas pihak RSUD dr Soegiri, Lamongan, yaitu dr Zaki Mubarok, mengatakan bahwa Huda meninggal sebab mengalami benturan.  “Choirul Huda diketahui meninggal sebab benturan di kepala dan leher, Ketika dibawa ke RSUD dr Soegir Lamongan, ia masih bisa bernapas,” Tuturnya.

Ia juga mengatakan bahwa Choirul Huda meninggal dunia karena hypoxia. Hypoxia sendiri adalah keadaan ketika jaringan tubuh manusia membutuhkan banyak oksigen karena berbagai faktor.

 

Kiper Persela Lamongan Meninggal Dunia

 

Ia pun juga menuturkan bahwa Huda saat dilarikan ke RSUD dr Soegiri dari Stadion Surajaya, masih bisa bernapas. Tapi, Setelah itu ia pun dinyatakan meninggal dunia tak berselang lama sekitar pukul 17.15 WIB.

Bila sebelumnya, ketika mengantarkan Persela menang 2-0 ketika melawan Semen Padang, Huda tak sadarkan diri sebab terlibat benturan dan harus diganti pada menit ke-45. Tim medis pun langsung bergerak cepat dengan masuk ke lapangan, menempatkan Huda di tandu, kemudian membawa keluar lapangan.

Huda pun diberikan alat bantu pernapasan dari tabung oksigen. Usai itu, pemain yang membela Persela Lamongan sejak 1999 tersebut pun dibawa dengan mobil ambulans dan dilarikan ke rumah sakit.

 

Kiper Persela Lamongan Meninggal Dunia

 

Bahkan, sampai saat ini pun ucapan belasungkawa terhadap mendiang kiper Persela Lamongan, Choirul Huda, masih saja terus mengalir, baik dari mantan rekan satu tim hingga eks pelatih Persela.

Baca Juga : Hasil Perolehan Skor Inter Milan vs AC Milan 3 – 2

Jusmadi, mantan rekan satu tim Choirul Huda yang saat ini memperkuat Persegres Gresik United, menuturkan, Huda merupakan sosok senior serta figur panutan untuk para pemain Persela hingga wajar jika kemudian diangkat sebagai kapten tim.

“Saya berpikir bahwa almarhum Huda adalah sosok panutan bagi para pemain Persela. Saya juga banyak belajar darinya. Namun sayang, semua berlalu begitu cepat,” Ungkap Jusmadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *