Berita bola terbaruNewsStrategy

Messi Akan Bermain Melawan Spanyol

Pelatih Argentina Jorge Sampaoli memberikan informasi bahwa kondisi Lionel Messi sudah fit. Messi disebut bisa tampil dalam laga persahabatan melawan Spanyol. Messi absen saat Argentina berhadapan dengan Italia di Etihad Stadium, Jumat (23/3). Pemain 30 tahun itu rupanya mengalami masalah pada hamstringnya.

Messi kemudian juga tidak ikut dalam sesi latihan Argentina di hari Sabtu (24/3). Situasi itu membuat Messi sempat diragukan bisa main kala Argentina bertanding melawan Spanyol, Rabu (28/3) dini hari WIB.

“Leo berlatih dengan normal, dia oke buat dimainkan,” Sampaoli mengatakan seperti dikutip Sport.

“Jika ada risiko, Leo akan bilang. Melawan Italia, dia tidak dalam kondisi yang siap untuk main dan dia akhirnya tidak turun.”

Baca Juga :  Kemenangan Timnas U-23 Di Singapura

“Dia sudah mencoba latihan dua hari dan kecuali hal yang sama terjadi, saya pikir tidak akan ada masalah,” ia menegaskan.

Namun kini Sampaoli memastikan bahwa Messi bisa diturunkan melawan Spanyol. Bintang Barcelona itu sudah kembali berlatih dalam dua hari terakhir.

Berita bola terbaruNewsStrategyTips & Tricks

Kemenangan Timnas U-23 Di Singapura

Kemenangan Timnas U-23 Di Singapura

Timnas Indonesia U-23 berhasil mencundangi Singapura dalam laga uji coba yang berlangsung di Stadion Nasional, Singapura, dengan skor 3-0. Rabu (21/3/2018).

Menanggapi kemenangan ini, pengamat sepak bola nasional asal Jawa Timur, Yusuf Ekodono, menilai Timnas Indonesia U-23 layak menang. Pasalnya, kualitas tim maupun individu anak buah Luis Milla lebih unggul ketimbang Singapura. Penguasaan bola Tim Garuda Muda yang mencapai 51 persen bagi Yusuf sudah cukup menjadi indikator kuat dominasi Indonesia atas Singapura di laga tersebut.

Belum lagi 11 tembakan ke gawang yang dilakukan Indonesia berbanding enam upaya Singapura. Ditambah 10 sepak pojok milik Indonesia, dan dua untuk Singapura.

“Dari semua data itu sudah bisa dilihat kemenangan Indonesia hanya soal waktu. Mereka banyak menyerang dan terus menekan pertahanan Singapura,” ujar Yusuf.

Namun bagi Yusuf, kualitas individu yang menjadi pembeda. Dua dari tiga gol Indonesia yang bersarang ke gawang Singapura merupakan hasil aksi individu yang dilakukan pemain Indonesia, Febri Hariyadi dan M. Hargianto.

Baca Juga :  Prediksi Ancelotti Terhadap Semifinal Liga Champions

“Sebelum gol Febri tercipta, di awal-awal pertandingan, sebetulnya Indonesia kesulitan menembus pertahanan Singapura. Tapi setelah kebobolan, ada banyak celah di pertahanan mereka,” tutur Yusuf.

Terlepas dari kemenangan ini, Yusuf melihat kerja sama Timnas Indonesia U-23 masih kurang maksimal sehingga serangan-serangan Indonesia kerap kandas di sepertiga zona lawan. “Tapi, tetap bisa dimaklumi. Apalagi kompetisi belum bergulir. Bisa jadi sentuhan pemain Timnas belum maksimal,” kata Yusuf.

BlogNewsTips & Tricks

Prediksi Ancelotti Terhadap Semifinal Liga Champions

Ancelotti Prediksi 2 Wakil Italia Lolos Semifinal Liga Champions

Carlo Ancelotti memiliki prediksi sendiri untuk semifinalis Liga Champions musim ini. Ia mengatakan dua wakil Italia, Juventus dan AS Roma bakal mengamankan tempat di empat besar. Juventus berhadapan dengan Madrid adalah ulangan partai final musim lalu, yang dimenangkan Los Blancos dengan skor 4-1. Ini membuat Madrid lebih diunggulkan ketimbang Juventus di laga nanti.

Sementara itu, Barcelona dengan sosok Lionel Messi di dalamnya jelas lebih dijagokan ketimbang AS Roma. Lebih dari itu, Barcelona digadang-gadang sebagai calon kuat juara Liga Champions musim ini.

“Saya yakin satu hal, Roma akan bertarung hingga akhir. Dengan  segala hormat kepada Barcelona, tak ada pemain AS Roma yang takut. Suporter di Stadio Olimpico akan sepenuhnya mendukung Roma,” ujar Ancelotti seperti dilansir Football Italia.

“Tak ada yang tak mungkin. Jangan lupakan Massmiliano Allegri dan Juventus punya keinginan untuk balas dendam,” kata Ancelotti menambahkan.

Kendati menjagokan Juventus dan AS Roma, Ancelotti mengakui dua wakil Italia itu harus bersusah payah jika ingin lolos ke semifinal. Pasalnya, Real Madrid dan Barcelona bukan lawan sembarangan.

Baca Juga :  Kebahagiaan Vincenzo Montella Saat Mengalahkan Manchester United

“Saya akan berbohong jika tak mengatakan ini bukan pertandingan sulit bagi Juventus dan AS Roma. Real Madrid dan Barcelona adalah favorit juara bersama dengan Manchester City,” ujar Ancelotti.

Ancelotti menjagokan Roma dan Juventus bukan tanpa alasan. Ya, pria yang akrab disapa Don Carlo itu adalah mantan pemain AS Roma dan pelatih Juventus. Ancelotti membela AS Roma dari 1979 hingga 1987. Ia tampil sebanyak 171 kali dan mencetak 12 gol.

BlogNewsStrategyTips & Tricks

Kebahagiaan Vincenzo Montella Saat Mengalahkan Manchester United

Kebahagiaan Vincenzo Montella Saat Mengalahkan Manchester United

Sempat bermain imbang tanpa gol di pertemuan pertama, banyak pihak kemudian menjagokan Red Devils untuk bisa melaju ke perempat-final turnamen. Akhirnya Vincenzo Montella merasa bangga dengan pencapaian Sevilla yang sukses menyingkirkan Manchester United dari persaingan di Liga Champions musim ini.

Namun, Sevilla membalikkan prediksi dengan meraih kemenangan dalam duel leg kedua babak 16 besar di Old Trafford, Rabu (14/3) dini hari WIB, sekaligus menyegel tiket ke fase selanjutnya dengan keunggulan agregat skor serupa.

Lolos ke perempat-final Liga Champions menjadi catatan sejarah tersendiri bagi Sevilla, yang mampu mencapai tahap tersebut untuk kali pertama sejak 1958, saat turnamen menggunakan format lama.

“Saya sangat, sangat senangm sungguh luar biasa kami menang di stadion yang sangat spesial ini dan dalam 60 tahun terakhir kami mampu mencapai perempat-final Liga Champions,” seru eks pelatih AC Milan tersebut.

Baca Juga :  Kepercayaan diri Arsenal Membumbung Tinggi

“Saya memiliki sejumlah pemain yang turut senang karena memiliki Sevilla dalam tubuh dan jiwa mereka. Semua pemain fantastis, mereka memainkan laga hidup mati dengan bagus.”

“Meski kami tidak menciptakan banyak peluang di babak pertama tapi kami menampilkan performa bagus. Saya merasa kami mengontrol permainan secara bijak dan kami membatasi lawan untuk menciptakan peluang dan mendekati gawang kami.”

Montella sendiri tak mampu menutupi kegembiraannya setelah timnya meraih kemenangan penting ini. Pelatih asal Italia tersebut bahkan menyebut penampilan timnya sangat fantastis dan mereka berhasil memenangkan salah satu pertandingan terpenting dalam hidup mereka.

Berita bola terbaruNewsStrategyTips & Tricks

Kepercayaan diri Arsenal Membumbung Tinggi

Kepercayaan diri Arsenal Membumbung Tinggi

Arsenal akhirnya kembali ke jalur kemenangan. Meraka bangkit melawan team AC Milan. M. Dua gol tandang pasukan Arsene Wenger ini dicuri di sepanjang babak pertama.

Dengan demikian, klub London Utara keluar dari krisis setelah menelan empat kekalahan secara berturut-turut di semua kompetisi. Ada pun bagi Rossoneri, ini merupakan kekalahan pertama Gennaro Gattuso setelah mencatat rekor 13 laga tak terkalahkan di bawah pimpinan pria Italia tersebut.

Milan dan Arsenal tampak dalam situasi yang kontras jelang pertandingan: tim pertama dalam tren positif sementara tim terakhir tengah tertatih-tatih. Akan tetapi, Milan justru tak bisa berbuat terlalu banyak di hadapan pendukung sendiri.

Meski lebih sering mengkreasi peluang dengan 16 tembakan, sementara Arsenal hanya melepas delapan shots, akan tetapi dewi fortuna seperti enggan berpihak pada tuan rumah.

Seperempat jam laga berjalan, gawang Gianluigi Donnarumma terkoyak. Adalah Henrikh Mkhitaryan yang membungkam publik San Siro. Kreasi Mesut Ozil dapat dituntaskan dengan baik oleh eks pilar Manchester United itu. Seklanjutnya Mkhitarykan kembali mengancam gawang Milan di pengujung waktu normal babak pertama. Mendapat ruang tembak dari jarak 18 meter, sayangnya sepakan sang gelandang serang membentur tiang gawang.

Memasuki masa tambahan waktu babak pertama atau tepatnya di menit ke-94, tim tamu menggandakan keunggulan. Sekali lagi, Ozil bertindak sebagai pelayan bagi rekannya dengan umpan matangnya sukses dikonversi Aaron Ramsey untuk menutup paruh pertama, 2-0.

Di paruh kedua, Milan memainkan sosok juru gedor seperti Andre Silva dan Fabio Borini serta Nikola Kalinic. Tuan rumah lebih menguasai bola selepas rehat.

Kendati demikian, beberapa serangan yang dibangun Milan tak jua membuahkan gol. Arsenal lebih memilih main bertahan memasuki sepuluh menit terakhir dengan menarik Ozil, memainkan bek Rob Holding.  Dalam posisi unggul, kepercayaan diri Arsenal membumbung tinggi.

 

Berita bola terbaruNews

Pelatih AC Milan Curahkan Isi Hati di Sosial Media

Pelatih AC Milan Gennaro Gattuso

Pelatih AC Milan Gennaro Gattuso mengungkapkan dirinya bukan pelatih jenius usai membawa AC Milan menang atas Lazio melalui adu penalti di semi final Coppa Italia, Kamis (1/8) dini hari WIB.

AC Milan akan bersua Juventus di final Coppa Italia pada 10 Mei nanti usai menyingkirkan Lazio melalui adu penalti 4-5, setelah bermain imbang tanpa go pada pada leg kedua babak semi final dini hari WIB.

Walau demikian Gennaro Gattuso yang ditunjuk sebagai pelatih sejak November silam, menggantikan Vicenzo Montella, merasa tidak layak disebut sebagai pelatih jenius. Dia sempet mencurahkan isi hatinya lewat akun sosial medianya yang berisi

“Saya sadar saya terkadang membuat para pemain menjadi gila di sesi latihan, tapi semua itu terbayar dan akan sepadan hasilnya di akhir musim nanti,” tutur Gennaro Gattuso pada Rai Sport.

“Tim ini masih sangat hijau dan kami harus kembali menjadi tim yang diidam-idamkan para suporter.”

“Sangat penting juga untuk memberikan pujian kepada Vicenzo Montella, yang telah memperkenalkan beberapa konsep vital dan Anda masih bisa melihat keinginan dia untuk mempertahankan penguasaan bola dan membuat bola berjalan bersih.”

“Saya ingin menegaskan bahwa saya bukan pelatih yang hebat. Saya masih di awal-awal karir (kepelatihan). Saya bukan seorang guru (orang hebat) di bangku cadangan dan belum meraih apapun.”

“Di saat yang sama, saya bukan orang yang beberapa orang pikirkan. Orang-orang lupa bahwa saya sudah bekerja (sebagai pelatih) selama lima tahun terakhir. Saya memenangi titel juara di Lega Pro, mempunyai pengalaman-pengalaman sulit di situasi-situasi sukar di luar negeri.”

Baca Juga : Manchester City Raih Piala Liga Inggris

“Anda tidak bisa mempelajari profesi ini dari buku. Anda mempelajarinya dari pukulan telak oleh kekalahan. Saya memiliki beberapa pengalaman itu dan akan kembali mendapatkannya.”

“Ini sebuah mimpi dan saya cukup beruntung untuk mendapatkan kesempatan emas ini. Jika saya memiliki peluang untuk tetap tinggal di Milan, tentu saja saya akan tetap tinggal sebab ini lah rumah saya. Jika tidak, maka saya sudah mendapatkan segudang pengalaman lainnya.”